Kabar Teknologi yang Sekarang Lebih Seksi

Source : arkademi.com

Internet seluler “generasi kelima (fifth generation / 5G)” yang sangat cepat sedang ramai dibahas di dunia lantaran menuai kontroversi karena dikembangkan oleh perusahaan China, Huawei Technologies, yang dicurigai sebagai alat pemerintah China memata-matai negara lain. Namun, tahukah Anda apa itu 5G?

Mengutip BBC, teknologi internet 5G adalah generasi terbaru dari jaringan internet, yang menjanjikan kecepatan unduhan 10 hingga 20 kali lebih cepat daripada kecepatan internet yang tersedia sekarang dan kemungkinan akan diluncurkan pada awal tahun depan di beberapa negara.

Saat ini China dan Amerika sedang duel, perang antara dua negara besar ini mungkin tak se”semok” isu politik dan suara di negeri kita ini. Ada orang  mengatakan, “negara yang cepat akan menindas negara yang lambat”

Secepat apakah yang dibutuhkan sebuah negara agar bisa maju dan meninggalkan yang lain?
Secepat 0.001 detik. Yap, waktu tersebut lebih cepat saat mengedipkan mata. Lantas apakah kecepatan 0,001 detik itu akan merubah peradaban dunia. Sangat bisa sekali dengan teknologi mutakhir 5G yang sedang menjadi isu hangat di dunia saat ini.

Dilansir dari Hilman Fajrian, jika kalian bisa membuat teknologi mutakhir terbaharukan di dunia, maka jangan berpikir kalian akan menikmati hasil dari jerih payah kalian. Melainkan kalian harus siap kehilangan nyawa karena sudah merusak tatanan ekonomi dunia yang sudah demikian diatur oleh para penguasa pangsa pasar dunia.

Sama kasusnya dengan 5G ini. China ingin meriset kembali definisi internet dengan meluncurkan sambungan internet 5G, sebuah sambungan yang hampir tidak ada pending. Jika kalian mendownload film di jaringan 4G butuh 6 menit, di 5G kalian hanya butuh 3 detik. Bayangkan? Kalian hampir pasti tak ada kata Lag saat main Mobile Legend, PUBG, Fire Fire dan game online lainnya.

5G membuka kemungkinan yang tak terbatas bagi teknologi lain atau layanan yang membutuhkan konektivitas real-time dengan ukuran data yang besar. Bila kalian mencoba berimajinasi, ingatlah bahwa dengan 5G langit adalah batasnya.

Seperti yang dijelaskan di atas, 5G adalah konektivitas internet seluler generasi kelima yang menjanjikan kecepatan pengunduhan dan pengunggahan data yang jauh lebih cepat, jangkauan yang lebih luas dan koneksi yang lebih stabil. Jaringan ini memanfaatkan spektrum radio dengan lebih baik dan memungkinkan lebih banyak perangkat untuk dapat mengakses internet seluler pada saat yang bersamaan.

Tentu amerika tidak bisa diam saja. Mereka menekan isu mata-mata untuk memulai isu peperangan dagang antara paman sam dan Negri Tirai Bambu. Cara ini memang ampuh akhir-akhir ini. Bukan tanpa alasana Amerika kalang kabut mendengar 5G dikembangkan oleh China. Karena teknologi 4G yang berhasil dikembangkan oleh mereka dapat meningkatkan GDP 100 miliar dolar. Dan konon jika Amerika berhasil membangun 5G maka ditaksir kenaikan GDP mereka menjadi signifikan yaitu 300 miliar dolar.

Singkatnya: dengan memenangkan perlombaan 5G China akan mampu menciptakan ‘internet baru’ dan menggeser AS sebagai dominator teknologi dunia. Kekayaan akan berpindah dari Paman Sam ke Negri Tirai Bambu.

Lantas apakah Amerika tidak bisa mengembangkan 5G sendiri?

Sebenarnya bisa tapi Amerika mendapat lawan tanding yang setara atau bisa dikatakan lebih hebat: China. Huawei telah berhasil mengembangkan teknologi 5G yang jauh lebih baik dibandingkan perusahaan-perusahaan teknologi Amerika seperti AT&T atau Verizon. Ibaratnya, 5G China itu seperti DVD dan 5G Amerika seperti laser disc.

Amerika tertinggal sangat jauh dalam perlombaan 5G. Kelak kita akan mengenal Apple, Microsoft, Google, Facebook, IG, Whatsapp generasi baru yang berasal dari China. Segala komoditas teknologi software maupun hardware yang memungkinkan implementasi 5G pada semua tingkatan pasar. Bagi Amerika, itu tidak boleh terjadi karena akan mengancam keagungan bangsa mereka di masa depan dan tak ada lagi kata-kata Make America Great Again. Karena itulah Huawei dijegal. Ini bukan semata perlombaan teknologi, tapi persaingan antar bangsa yang memperebutkan teknologi.

Sekarang apa? Teknologi akan menjadi generator perekonomian terbesar sebuah bangsa. Bukan lagi minyak, atau gas. Timur tengah sudah habis dibabat, Sekarang lebih seksi teknologi. Sayangnya perang teknologi di negeri ini masih asing di telinga karena kita masih sibuk dengan perolehan suara. tq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *