Informasi Tumbuhan Ki tolod

Informasi

Nama : Ki tolod, bunga bintang lima, kembang jangar
Nama Ilmiah : Isotoma longiflora
Kingdom : Plantae
(tidak termasuk) : Angiospermae
(tidak termasuk) : Eudikotil
(tidak termasuk) : Asteridae
Ordo :  Asterales
Famili : Campanulaceae
Subfamili : Lobelioideae
Genus : Isotoma
Lindl.
Spesies : I. longiflora

adalah tumbuhan obat berupa terna tegak yang tingginya mencapai 60 cm. Tumbuhan ini juga disebut ki tolod, daun tolod (Sunda), kendali, sangkobak (Jawa). Walaupun tumbuhan ini memiliki sifat anti-radang, namun sayangnya, getah tumbuhan ini beracun.

Karakteristik

  • terna tegak yang mencapai 60 cm, bercabang dari pangkalnya, bergetah putih dengan rasa tajam yang beracun.
  • Daunnya tunggal, duduk, helaian daunnya berbentuk lanset, dengan ujungnya yang runcing, dan pangkalnya yang menyempit. 
  • Tepi daunnya bergerigi sampai melekuk, dengan panjang daun 5-17 cm, dan berwarna hijau. 
  • Bunganya tunggal, tegak, bertangkai panjang, keluar dari ketiak daun, mahkotanya berbentuk bintang, dan berwarna putih.
  • Buahnya termasuk buah kotak, berbentuk lonceng, merunduk, merekah menjadi dua ruang, dengan biji yang banyak.

Manfaat

Bunga kitolod mempunyai khasiat yang luar biasa untuk mengobati berbagai penyakit mata seperti silinder, katarak, rabun jauh, rabun dekat, mata minus, plus, nyeri dan perih pada mata.

Menurut beberapa peneliti pengobat herbal di dunia seperti Burkill (1935), Allen (1943), air yang diperoleh dari bagian tanaman kitolod bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati iritasi mata.

Masyarakat jaman dahulu sudah banyak yang mengenal tanaman ini sebagai obat gangguan mata. Mereka menggunakan daun kitolod yang diambil pagi hari yang masih ada air embunnya.

Jaman dahulu masyarakat percaya kitolod yang masih ada air embunnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit mata.

Cara penggunaan Bunga Kitolod untuk obat mata

  1. Petik bunga kitolod beberapa tangkai, kemudian masukan ke dalam gelas berisi air bersih dan diamkan beberapa menit.
  2. Kemudian ambil, teteskan ujung tangkainya pada bagian mata kanan dan kiri (masing-masing dua tetes) atau pada bagian mata yang sakit saja.
  3. Pada saat penggunaan, mata akan terasa perih. Lakukan berulang–ulang, minimal 3 kali sehari.

Namun alangkah baiknya jika ingin mengunakan kitolod secara langsung, berkonsultasi dengan ahli herbal bersertifikat sebelum menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *